YAUMMI MAS

Sejarah YAUMMI MAS

Sejarah BMT ada di Indonesia, dimulai tahun 1984 dikembangkan oleh mahasiswa ITB di Masjid Salman yang mencoba menggulirkan lembaga pembiayaan berdasarkan syari’ah bagi usaha kecil. Kemudian BMT lebih di berdayakan oleh ICMI ( Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia ) sebagai inklubasi Bisnis Usaha Kecil ( PINBUK ).

BMT membuka kerjasama dengan lembaga pemberi pinjaman dan peminjam bisnis skala kecil dengan berpegang pada prinsip dasar tata ekonomi dalam agama islam yakni saling rela, percaya dan tanggung jawab, serta terutama sistem bagi hasilnya. BMT terus berkembang BMT akan terus berproses dan berupaya mencari trobosan baru untuk memajukan perekonomian masyarakat, karena masalah muamalah memang berkembang dari waktu ke waktu.

Profile BMT Ya Ummi MAS pati Cikal berdirinya BMT Ya Ummi MAS sendiri berasal dari Muhammad Jatmiko muda, mulai meneliti Teknosa ITB Bandung, dengan hasil luar biasa, manager-manager lembaga keuangan syari’ahnya sudah ber-mercy ria, dengan bisnis sampai ke pengeboran minyak. Dan konon beberapa tahun kemudian mereka bangrut pencarian pun berlanjut dan ketemu dengan BINAMA. Pada saat itu bulan November 1994 telah diadakan perekrutan untuk pelatihan BMT bekerjasama dengan dompet Dhuafa Republika. Dan jadilah pelatihan angkatan kedua yang dimotori oleh Mas Ery Sudewo dan Mas Jamil Azzaini, sebagai pelatihan BMT terbaik dan akhirnya menetaskan Forum Ekonomi Syari’ah (FES). Dan hanya dengan rentang waktu satu bulan setelah pelatihan, Bapak Muhammad Jatmiko Ch ( yang sekarang menjadi ketua pengurus BMT Ya Ummi MAS) membentuk BMT dengan nama Koperasi Karyawan BMT Ya Ummi dengan dibantu beberapa ustadz-dzah TPA Ya Ummi MAS dan beberapa tenaga professional.

Dan dari Forum Ekonomi Syari’ah hadir juga BMT-BMT yang sekarang cukup bisa dibanggakan seperti BMT Beringharjo di Jogya, BMT Binamas di Purworejo, BMT Bima di Muntilan dan tentu saja BMT Ya Ummi MAS di Pati. Saat bersamaan telah lahir undang-undang perbankan yang membolehkan untuk usaha perbankan menentukan bunga sendiri sampai ke bunga nol, dan inspirasi ini ditangkap sebagaian 29 ummat islam untuk menetaskan Bank Muamalah Indonesia- BMI sebagi pelopor Bank Syari’ah pertama murni syari’ah di Indonesia . Waktu berlanjut semangat berekonomi syari’ah semakin menyala maka jadilah BMT Ya Ummi menjadi tempat study banding, tempat magang dan pelatihan.